Kamis, 22 September 2011

Cintaku Tak Harus Memilikimu...(Part 9)

***
            From : Roby
To     : Maya
Klo aq jdian mha Winda gmn ???

Maya bagaikan di sambar petir di siang bolong saat melihat sms dari Roby.Roby ingin jadian ama Winda ???…yang benar saja.Bukannya selama ini Winda adalah sahabat yang dipercayakan Maya untuk selalu mengawasi sikap Roby.Dan sahabat yang selalu di ajaknya curhat tentang Roby ???.Fikiran Maya benar-benar kacau siang itu.Di saat ia merindukan kehadiran Roby,saat itu juga Roby datang dengan membawa berita yang sangat buruk bagi Maya.Ia tak menyangka sahabatnya akan setega itu padanya.
‘’Dasar !!!…sahabat macam apa dia,malah menusukku dari belakang !!!…anjrittttt !!!!’’. Ucap Maya memaki Winda.


From : Maya
To     : Winda
Shbt mcm ap loe,menusuk gue dr blknk !!!
Gk xngka loe mlh moe jdian mha Roby…
Anjenkkkk !!!!

Winda terkejut saat Ia melihat isi sms dari Maya.Ia tak menyangka Maya mengetahui semua itu dan mengatakan bahwa Ia telah menusuk Maya dari belakang.Sebenarnya ia tak bermaksud merebut hati Roby dari Maya.Tapi Roby yang memulai duluan.Entah kenapa tiba-tiba saja Roby datang mengirim sms kepadanya yang berisi kalau Roby ingin menjadi pacarnya.Karena tak mau Maya salah sangka terhadapnya,Winda segera menghubungi Maya.
Maya terkejut melihat nama Winda terpampang di layar hp nya.Winda menelponnya ????…buat apa ???.
‘’Hhh…pengkhianat ini menelponku ??? buat apa ???…’’. Ucap Maya pada dirinya sendiri.Dan tak lama kemudian,Ia mengangkat telepon dari Winda.
‘’Ada apa ??’’. Tanya Maya jutek.
‘’Aku nggak mau jadian ama Roby,dia yang nembak aku duluan…tapi belum ku terima…’’. Ucap Winda.
‘’Yahhh…sama aja,,palingan ujung-ujungnya jadian juga,tanpa sepengetahuanku…kayak kamu dengan Reyhan kemarin,ternyata jadian,tapi kata kamu ke aku,kamu nggak jadian ama dia…huhh…sahabat macam apa yang menusuk sahabatnya sendiri dari belakang !!!’’. Ucap Maya.
Reyhan adalah anak karate.Ia satu perguruan dengan Stevan.Awal mula perkenalan Reyhan dan Winda adalah saat Maya mengajak Winda jalan-jalan mengunjungi tempat latihannya Stevan.Dari situlah Winda dan Reyhan semakin akrab.Hingga akhirnya mereka berdua pacaran.Winda nggak ada bilang apa-apa kepada Maya.Saat Maya curiga dan menanyakan kepadanya tentang hubungan mereka berdua,Winda tidak mengakuinya.Hingga akhirnya semua itu terbongkar.Stevan bercerita kepada Maya bahwa Reyhan baru saja putusan dengan Winda.
‘’Aku akui kalau kemarin aku yang salah,aku ngebohongin kamu,tapi kali ini kamu harus percaya ama aku,..aku nggak bakalan nerima Roby,…aku lebih milih kamu dari pada dia…please..jangan salah sangka begini…’’. Ucap Winda.
‘’Seandainya kamu nerima Roby…aku juga nggak bakalan tahu…’’. Sahut Maya.
‘’Please May….kamu harus percaya aku…aku nggak seburuk yang kamu kira….Demi Allah…aku nggak akan  nerima Roby…’’. Ucap Winda.
‘’Terserah loe degh….aku terlanjur sakit…nggak kamu,nggak Roby…kalian sama aja !!!….nggak bisa ngertiin aku…!!!’’. Ucap Maya.Ia langsung menutup telepon dari Winda.Dalam hatinya hanya ada kemarahan yang besar pada sahabatnya sendiri.Ia tak habis fikir,kenapa Winda tega seperti itu pada dirinya.
‘’Mayy….’’. Ucap Winda,namun sayang,sambungan teleponnya telah di matikan Maya.
‘’Yahh…di matiin….hmm..masalah ini harus secepatnya di selesaikan…’’. Ucap Winda pada dirinya sendiri.
Kemudian Winda segera menelpon Roby,menjelaskan semuanya dan meminta Roby untuk menelpon Maya.
‘’Ngapain aku nelpon Maya ???…nggak penting tau..lagian ngapa sieh harus minta izin ama dia dulu ??? yang ngejalaninya kan kita,bukan dia…’’. Ucap Roby.
‘’Kamu benar-benar nggak ngerti perasaan cewek !!!’’. Ucap Winda.
‘’Emang…’’. Sahut Roby.
‘’Okkee….Aku udah lama sahabatan ama Maya,jadi aku nggak mungkin bisa buat hatinya kecewa,,karna aku baru saja ngebohongin dia…aku nggak bisa nerima kamu !!!’’. Ucap Winda.
‘’Gara-gara seorang Maya kamu nggak mau nerima aku ???…hhh…’’. Sahut Roby.
‘’Terlalu banyak aku buat dia sakit hati,terlalu banyak juga dia nolongin aku,dia udah banyak berkorban demi aku…aku nggak mungkin nerima kamu…aku sangat menghargai perasaan Maya ke kamu….mmhh…lagi pula…aku nggak mungkin nerima orang yang udah ngingkarin janjinya sendiri ke Maya…’’. Sahut Winda.
‘’Siapa ???’’. Tanya Roby seolah-olah Ia tak merasa bahwa orang yang di maksud Winda adalah dirinya.
‘’Kamu !!!!..siapa lagi ???….katanya nggak bakal mutusin Maya,nggak bakal selingkuh,tapi ternyata….semua itu cuman gombalanmu aja…!!!!katanya nggak di bolehin pacaran..ngak pengen pacaran..ehh..ngapa malah nembak aku ???..ckckckckk…’’. Sahut Winda panjang lebar.Ia sudah terlalu capek dengan semua permasalahan ini.Seakan-akan perkenalan Maya,Roby dan dirinya hanya membawa masalah yang tak kunjung selesai.
‘’Suka-suka aku…aku tuh udah lama cinta ama kamu….’’. Ucap Roby.
‘’Aku baru sekali ketemu cowok kayak kamu….wajar aja kalo habis putusan ama kamu Maya langsung marah-marah  nggak karuan…kamunya juga yang gila !!!’’. Ucap Winda.
Sesaat kemudian,hanya ada hening di antara mereka.Mereka berdua hanya diam.Sementara itu,Winda malah menelpon Maya menggunakan nomer pribadinya.Dan Maya mengangkatnya.
‘’Hallooo…’’. Terdengar suara cewek hadir di antara mereka berdua.
‘’ya….’’. Sahut Roby dan Winda.
‘’Siapa ini ???’’. Tanya Maya.Jelas saja Ia tak mengenali siapa yang menelponnya,karena Winda menyembunyikan tampilan nomernya.
‘’Aku…Winda…May…dengerin ya…aku nggak akan menodai persahabatan kita demi satu orang cowok yang juga udah ngianatin kamu…aku pengen kamu dan aku baikan lagi…aku rindu kamu May…aku nggak bisa bayangin kalo kamu nggak ada di sampingku lagi,..jujur aku nggak akan tahan kalo aku sampai berantem lagi ama kamu….’’. Ucap Winda berbicara panjang lebar.
‘’Owh..jadi kamu nelpon aku cuman mau ngomong gitu aja….sudah ku bilang ‘kan….kalo kalian mau jadian,…ya silahkan…ngapain harus nanyain aku segala’’. Ucap Maya dengan suaranya yang Ia paksakan untuk tegar menerima semua kenyataan ini.Ia tahu,Winda lebih cantik darinya.Jelas saja,Winda lebih feminim daripada dia,sedangkan Ia…dengan riasan seadanya tampil dengan sikap tomboynya.Jadi Maya merasa wajar saja kalau Roby sekarang naksir ama Winda.Ketika awal mereka kenal juga,Roby sempat bingung yang mana Winda dan yang mana Maya,Roby seperti bingung menentukan pilihan siapa yang akan di pacari nya.Karena Maya dan Winda hampir sama,sama-sama tinggi,saat itu mereka juga sama-sama memakai baju yang sama,rambut yang sama-sama di ikat bentuk kuda.Tapi yang membedakan di antara keduanya adalah riasan wajah mereka.Winda tampak lebih putih dan Ia menggunakan riasan wajah seperti mascara,celak,dan pemutih wajah.Sementara Maya,alih-alih memakai celak,Ia bahkan tak pernah menggunakan pemutih wajah.Maya juga tak seanggun Winda.Maya terlihat sangat-sangat sederhana.Ia juga tak pernah mempermak wajahnya dengan riasan yang di anggapnya _‘terlalu keterlaluan’_.Itulah sebutan yang Maya gunakan untuk menggambarkan ketidaksukaannya memakai riasan wajah yang ‘berlebihan’ baginya.Yuppzz…Maya selalu saja merasa Winda terlalu berlebihan dalam soal penampilan.
Kalo kita liat dari segi fisik,Winda lebih kurus daripada Maya.Winda juga lebih tinggi beberapa centimeter dibandingkan Maya.Tapi kalau sudah bepergian,Winda tak bisa lepas dari pundaknya Maya.Ia sering terlelap di pundaknya Maya.Dan kalo dari warna kulit,warna kulit Winda lah yang lebih putih dari pada warna kulitnya Maya.Terkadang beberapa orang yang baru kenal dengan mereka berdua,bisa mengira Winda adalah Maya dan Maya adalah Winda.
‘’Jadi kamu ngebolehin kami pacaran ???’’. Tanya Roby.
‘’Ya..’’. Sahut Maya.
‘’Tuhh ‘kan..udah ku bilang..tanpa bilang dulu dengan Maya pasti dia akan mengizinkan…’’. Ucap Roby pada Winda.
‘’Emangnya aku mau denganmu ???? Ihh…ogah degh aku jadian dengan kamu…amit-amit dedemit !!!!’’. Sahut Winda.
‘’Iya tuh Win….ngapa nggak kamu terima aja si Roby ??’’. Ucap Maya.Ia berkata begitu karena ingin mengetes kesetiaan sahabatnya.
‘’Dengerin ya May….sampe kapanpun aku nggak akan nerima Roby….denger itu and camkan dalam fikiran kamu !!!!’’. Ucap Winda mulai terbawa emosi.
‘’Terserah kalian berdua !!! aku nggak ada urusannya juga ‘kan dengan semua ini ???mau kalian jadian kek..ato pun nggak jadian…ngapa harus ributnya ke aku ?? ‘’. Ucap Maya.
‘’Karna kamu berhak tahu semua ini.Kamu berhak tahu tentang mantan kamu…dan kamu.. berhak untuk memberi saran ke aku…untuk nerima Roby ato nggak…’’. Sahut Winda.
‘’Kan sudah ku bilang…terima aja…’’. Ucap Maya.
‘’Taukk tuh Winda…sudah di bilangin terima aja …ehhh…malah harus bertele-tele’’. Sahut Roby.
‘’Aku tau kamu…..dan aku tahu gimana perasaanmu…May….please…jangan kayak gini ama aku…’’. Ucap Winda pada Maya.
Maya hanya diam membisu.Ia begitu terharu dengan sahabatnya yang rela nggak akan jadian dengan Roby hanya demi dirinya.Tapi luka itu sudah terlanjur tergores.Tetap saja Maya masih sakit hati dengan Winda dan Roby.
‘’Roby…sudah aku bilang..aku nggak bisa nerima kamu…kenapa sih kamu tuh maksa aku….’’. Ucap Winda pada Roby setelah hening kembali merasuk diantara mereka.
‘’coz I love youuu…..’’. Sahut Roby.
‘’Udah dulu yaa….aku sibuk..’’. Ucap Maya dan ia langsung memutuskan sambungan teleponnya.
‘’Tuhh kann….udah degh By…jgn ganggu kami lagi….kamu tuh udah bikin kami kayak gini…’’. Ucap Winda.
‘’Lha,ngapa aku yang di salahkan ???’’. Tanya Roby.
‘’Taukk akh,,,udhh…jangan ganggu kami lagi,,selamat malam’’. Ucap Winda.Ia langsung mematikan sambungan telepon dan mematikan ponselnya.Namun di kota yang sama tetapi di lokasi yang berbeda,seseorang cewek sedang marah-marah nggak karuan.Beberapa kali ia menghambur-hamburkan barang-barang yang ada di kamarnya.Hingga akhirnya ia terdiam dan tersenyum.’’semua sudah di atur oleh Yang Maha Kuasa…nggak ada gunanya marah-marah begini…sobt,,kau ajarkan aku cara untuk tegar menghadapi semua ini….’’.Ucap cewek itu.Kemudian ia segera membereskan kamarnya dan segera pergi menuju dream land.
_to be continued….._

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima kasih sudah meninggalkan komentar di artikel ini ...
salam blogger ^^