Senin, 21 Januari 2013

Putih Abu-abu 5 ( Menanti Sebuah Pertemuan )


Setengah tahun berlalu sudah. Kisah antara kita telah terajut lebih dalam. Ketika semua terpisah, kita harus belajar menerima teman baru. Suasana kelas yang baru, wali kelas baru, dan watak teman-teman yang baru. Setengah tahun telah kita lalui dengan menghadapi cobaan yang ada. Setengah tahun kita lalui dengan hal-hal aneh. Setengah tahun telah berlalu, tetapi masih menyisakan ukiran kenangan dihati. Setengah tahun berdua denganmu. Penuh cerita, kebimbangan, gelisah, sedih, kecewa, dan amarah. Penuh petualangan, cinta, dan persahabatan. Tentangku yang tak pernah bisa membuka hati dan tentangmu yang selalu setia dengannya. Tentang kisah cinta kalian yang kocak. Tentang kisah cintaku yang membingungkan. Tentang nilai kita yang beda tipis. Tentang tulisan kita yang mirip tapi tak serupa. Masih ingat gak, ketika pembagian hasil ulangan matematika ? Bu Ratna datangin aku, terus beliau berkata ‘’ini tulisan kamu ya ? kok tulisan kalian bedua mirip ?’’. Masih ingat juga ketika kita nyuruh teman-teman sekelas untuk ngebedain tulisanku sama tulisanmu yang mana ? Cuma Ari Sandy aja yang bisa ... Hahaha. Masih ingat ketika kita bawa laptop ke sekolah untuk ngerjain tugas TIK ? yang ada malah foto-foto narsis Va. Haha.
Masih ku ingat saat-saat itu. Sampai sekarang ketika aku melewati depan rumahmu *koreksi, Mantan Rumahmu, aku hanya bisa bergumam ‘’Semuanya terlalu cepat untuk terjadi’’. Ahh ... aku kembali mengingat semuanya. Lagi, dan kembali bersedih. Mungkin aku tak meneteskan air mata, tapi didalam diriku terdapat kesedihan yang mendalam. Separuh dari hari-hariku pergi menjauh. Jauh. Kesuatu kota yang tak pernah ku kunjungi.
Entah kapan kita akan bertemu. Aku tak pernah bisa membayangkannya. Entah apakah senyum itu suatu hari nanti masih tercipta untukku ? Entah apakah celoteh-celoteh anehmu nanti masih terucap untukku ? Saat ini aku masih merasa sepi. Sunyi. Keseharianku masih gelap. Aku butuh sedikit cahaya terang.
Tiap pagi, masih ku ingat dirimu di perempatan jalan. Menanti seseorang gadis keluar dari gang kecil. Masih kuingat lambaian tanganmu ketika aku melewati perempatan jalan. Sekarang sudah tak ada lagi. Ketika ku lihat ke seberang perempatan jalan, hanya ada orang-orang yang tak kukenal berlalu lalang disana. Masih kucari sosok gadis bersepeda yang menanti teman berangkat sekolahnya di perempatan jalan. Namun sayang, ia tak ada lagi dalam pandanganku. Disana tak ada gadis yang ku cari. Sekali lagi, dia sudah pergi.
Mungkin bukan pergi meninggalkanku, tapi pergi untuk memberiku waktu berinteraksi lebih dalam dengan orang lain. Mungkin bukan pergi menjauhiku, tapi pergi untuk menggapai cita-cita dalam impianmu. Mungkin bukan pergi untuk melupakanku, tapi pergi untuk memberiku waktu mengenangmu lebih dalam. Kenangan itu baru terasa keindahannya sekarang. Ketika kenangan itu tak bisa terulang lagi. Ketika seseorang yang memberiku kenangan sudah pergi nun jauh disana. Aku masih berharap bisa melihatmu suatu hari lagi. Bercanda denganmu, ngoceh gak jelas, dan lain-lain.
Masih ku ingat ketika setumpuk pe er menanti untuk dikerjakan. Masih kuingat ketika sederet pe er fisika membuat kita pusing kepala. Masih kuingat tangisan kekecewaanmu ketika kamu harus ikut remedial Fisika. Masih kuingat sorakan kegembiraanmu ketika mendapatkan nilai 100 di pelajaran Aqidah Akhlak dan Fiqih. Masih kuingat ketika kamu sedih karena tak bisa nonton konser ungu. Masih ku ingat ... Masih ku ingat semuanya. Semua masih terukir dalam memoriku.
Keyboard laptopku terus ditekan satu persatu. Mengetikkan sejumlah kata-kata di selembar kertas kosong. Melihat dan mengingat jauh ke masa lalu. Berawal dari setengah tahun yang lalu, dan berakhir dalam ingatan tanggal 22 Desember 2012. Mungkin tak cukup untuk menggambarkan setengah tahun yang kita jalani bersama.
Sekarang semester 4 sudah dimulai. Pertarungan kembali dimulai. Perpisahan sudah berlalu. Aku harus memahami dirimu tak berada disamping bangku ku lagi. Aku harus terbiasa tanpamu. Aku harus terbiasa mengerjakan semuanya tanpamu. Sulit memang. Ini sudah memasuki hari keduapuluh di tahun 2013. Enam belas hari telah berlangsung dalam pembelajaran disini, tentunya tanpamu disampingku. Harus ku terima ketika aku menyadari bahwa disampingku bukanlah dirimu. Tapi orang lain, yang harus aku pelajari dan fahami tentang dirinya. Aku mengerti, semua ini adalah salah satu proses untuk menggapain angan-angan kita. Kita berpisah, tapi bukan untuk melupakan. Tapi kita berpisah untuk berjuang menggapai angan-angan kita. Suatu hari nanti, lihatlah aku berdiri dipuncak kejayaanku. Harapanku hanya satu, kita sukses dan akan bertemu suatu hari nanti. Aku ingin melihatmu ketika kita sudah mencapai bintang yang kita inginkan sekarang. Masa depan kita masih panjang. Masih banyak bintang-bintang yang dapat kita raih. Nanti, kita akan bertemu di bintang tertinggi. Puncak kejayaan kita.
Khayalanku terlalu tinggi, memang. Inilah temanmu yang aneh. Mengetikkan huruf demi huruf malam ini. Sambil berdoa kita akan bertemu kembali dalam kesuksesan kita. Suatu hari nanti.




Kuala Kapuas, 20 Januari 2013, 20.16 WIB at my room.
For my friend, Elva Norlianti

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima kasih sudah meninggalkan komentar di artikel ini ...
salam blogger ^^