Sabtu, 12 Januari 2013

Back to December ...(editing)


      Sepasang remaja itu tengah bercanda gurau di taman kota Tokyo. Mereka adalah atlet terbaik sekaligus pemegang medali emas di pertandingan karate tingkat nasional se-Jepang. Mereka bernama Daisuke dan Kinamori. Si gadis sangat cantik dengan rambut hitam panjangnya dan si cowok sangat gagah dengan postur tubuhnya yang atletis. Mereka berdua bertemu pertama kali di pertandingan. Hubungan pertemanan mereka kemudian berlanjut. Hingga lambat laun keduanya mulai merasakan adanya virus-virus merah jambu hinggap di hati mereka.
Hari itu adalah hari ke sembilan belas musim salju dimulai. Asap mulai keluar ditiap hembusan nafas mereka. Tapi mereka tak sedikitpun merasa kedinginan. Mereka tampak bahagia. Terutama karena mereka baru saja jadian. Musim salju bagaikan musim semi untuk mereka.
            Tak berapa lama setelah mereka bercanda ria, Daisuke mengambil pisau kecil yang selalu ia bawa di sakunya. Ia mengukir sesuatu di salah satu pohon sakura. ‘’December 19, 2011 Daisuke ♥ Kinamori’’. Ia mengukir kalimat itu dengan sangat indah. Kinamori hanya diam tersenyum membaca tulisan itu.
            ‘’Indah kan ? Ini sebagai kenangan kita tentang hari ini. Jika nanti kita berpisah, dan saling rindu, kita bisa datang kesini untuk melepas rindu’’. Ucap Daisuke sambil menyentuh dagu lancip pacarnya.
            Kinamori hanya mengangguk dan tak lama kemudian mereka pergi meninggalkan tempat itu. Sementara pohon sakura itu menjadi saksi awal cerita cinta mereka.
            Namun hubungan itu hanya berlangsung selama 2 bulan 5 hari saja. Tepat di sembilan hari terakhir di musim salju. Daisuke mengakhiri semua cerita cinta mereka karena ia telah menyukai seseorang. Terlebih Kinamori sudah menjadi cewek yang tomboy. Kinamori memotong cepak rambutnya dan mengganti style pakaiannya. Daisuke mengakhiri semuanya di pohon sakura itu. Saksi bisu kisah cinta mereka. Setelah mengakhiri semuanya, Daisuke  kemudian pergi meninggalkan Kinamori begitu saja. Terus berjalan, hingga ia hilang di tikungan jalan.
            ‘’Musim semi  tinggal menghitung hari. Hal yang paling aku nantikan di musim semi ini adalah melihat sakura yang mekar bersamamu di taman kota. Tapi ternyata kita berpisah di akhir musim salju. Tepat di hari-hari terakhir musim salju yang mampu membekukan perasaanmu padaku. Hubungan kita hanya terjadi di 1 musim.’’. Ucap Kinamori lirih.
            Sementara itu Kinamori yang masih mematung tepat dibawah pohon sakura yang ada ukiran nama mereka berdua mulai meneteskan air mata. Tapi tak lama kemudian ia menghapus kembali air matanya. Mengambil batu yang ada disekitar taman, memilihnya, dan mengambil satu yang memiliki sudut yang lancip. ‘’February 21, 2012 Daisuke ♥ Kinamori END’’. Setelah menuliskan kalimat tersebut di bawah ukiran yang dibuat Daisuke, ia segera berlari meninggalkan tempat itu.
***
Daisuke putus dengan pacarnya yang ternyata sangat egois baginya. Tanpa disengaja Daisuke dan Kinamori bertemu di taman kota di pertengahan musim semi. Daisuke melihat Kinamori yang berubah 180 ˚. Ia masih tak bisa mempercayai cewek yang dilihatnya ternyata Kinamori. Tak ada lagi rambut cepak, tak ada lagi baju-baju cowok yang melekat padanya, yang ada rambut hitam lurus panjang sebahu dan setelan manis baju cewek. Semua berubah. Ia tak pernah menyangka mantan pacarnya berubah begitu drastis. Cantik.
‘’Aku berdiri tepat dibawah pohon sakura ini. Tempat kita memulai dan aku mengakhiri semuanya. Menikmati sakura yang gugur dari tiap bagian rantingnya. Aku masih tak bisa mengepakkan sayapku untuk menjauh dari semua tentangmu. Aku tak seperti sakura yang berkembang kemudian gugur, tapi aku seperti udara yang selalu ada pada tiap detik kehidupanmu yang keberadaannya tak dapat kau lihat’’. Ucap Daisuka lirih sambil memandangi sakura yang tengah mekar di musim semi.
Begitu juga ketika ia melihat Kinamori berjalan berdua dengan seorang cowok di awal musim gugur. Mereka sangat akrab. Mereka terlihat bahagia menyaksikan bunga-bunga sakura yang berguguran. Ia tertegun. Bunga sakura itu jatuh kebawah. Ia indah. Ia teringat ketika ia mengakhiri hubungannya dengan Kinamori di akhir musim salju. Ia melepaskan bunga sakuranya kebawah, menjatuhkan dan menghilangkannya. Sudah banyak bunga sakura lain yang tumbuh dihatinya, namun hanya Kinamori yang masih tetap berada dihatinya. Cinta itu kembali muncul di awal musim gugur.
And realized I loved you in the fall
And then the cold came, the dark days
When fear crept into my mind
You gave me all your love, and all I gave you was goodbye.
... It turns out  freedom ain’t nothing but missing you
Wishing i’d realized what I had when you were mine
I go back to December, turn around and make it alright
I go back to December all the time...
                                                Taylor Swift : Back to December
Terkadang Kinamori mengirim pesan singkat padanya, sekedar menanyakan kabarnya dan kabar keluarganya. Itu membuatnya senang. Berali-kali Daisuke menyinggung masalah hubungan Kinamori dengan seseorang, tetapi Kinamori selalu berkata ‘’kami hanya teman’’. Ia fikir ia punya kesempatan.
Terlintas keinginan untuk mengembalikan semuanya seperti semua. Memulai dari awal musim salju. Ia berfikir ia pasti bisa mengembalikan semua seperti dulu. Seperti sakura yang selalu tumbuh disetiap tahunnya. Tapi ia tak menyadari. Setiap tahun sakura yang tumbuh tak pernah sama, yang sama hanyalah warna dan tempat tumbuhnya. Penyesalan itu datang. Selalu datang terlambat.
            Waktu demi waktu terus berlalu. Musim dingin datang kembali. Salju baru saja menari-nari di permukaan bumi. Berusaha menutupi permukaan kota Tokyo. Ia mulai menutupi rontokan dedaunan pohon-pohon yang tersebar di halaman rumah dan taman. Tak berapa lama permukaan taman kota yang awalnya dihiasi oleh warna eksotik dedaunan yang berubah menjadi kuning, merah, oranye yang disebut momiji itu berubah menjadi butiran-butiran putih yang berserakan di jalan-jalan.
Namun seiring waktu yang terus berganti, Kinamori masih tak mampu melupakan Daisuke. Perasaan itu masih ada, tetapi sudah sangat minim. Dan setelah hampir setahun kejadian itu berlangsung, Kinamori seakan kembali kemasa lalunya. Saat ia memutuskan memulai semuanya. Tapi itu tak berlangsung lama. Perlahan ia mencoba kembali melupakannya, akalnya kembali memegang kendali atas fikirannya. Ia akhirnya berhasil melupakan Daisuke. Ia kembali menjalani hari-hari di musim dingin dengan senang hati. Melewatinya bersama sahabatnya, Akimoto.
            Akimoto dan Kinamori. Mereka adalah seorang sahabat. Tapi persahabatan itu mulai menjadi benih-benih cinta di hati Akimoto. Kinamori sudah mengetahuinya. Tapi Kinamori tak mau membahasnya. Ia tak ingin memulai sebuah permainan baru yang menyakitkan. Terlebih Akimoto adalah sahabatnya yang mengerti tentang dirinya, yang selalu ada disaat ia suka maupun duka. Akimoto memahaminya. Tetapi ia tetap mencoba masuk kedalam hati Kinamori. Perlahan-lahan akhirnya pintu itu terbuka. Kinamori juga mulai menyukai Akimoto. Tapi pintu itu ditutupnya kembali rapat-rapat. Ia tak mengizinkan seseorangpun masuk kedalamnya.
            Bukan Akimoto namanya kalau ia langsung menyerah. Ia yakin pasti bisa masuk ke dalam hati Kinamori. Suatu saat nanti.
***
            Malam tahun baru tiba. Orang-orang menyambutnya dengan bahagia. Tak terkecuali dengan Kinamori. Tapi kali ini ia tak bersama dengan Akimoto. Akimoto pulang ke Korea Selatan, tempat ibunya berasal. Ia mempunyai darah campuran. Makanya tak heran wajahnya sangat tampan karena perpaduan dari dua negara.
            Kinamori baru saja pulang dari sebuah restoran bersama keluarganya. Mereka baru saja menikmati Mie Soba yang merupakan salah satu tradisi orang Jepang dalam menyambut tahun baru. Tradisi ini bernama Toshikoshi Soba (mie yang melewati tahun) dan melambangkan panjang umur. Baru saja ia merebahkan diri di ranjangnya. Iphonenya berdering kembali. Lantunan lagu Miley Cyrus-The Climb berbunyi nyaring. Kali ini ia tak bisa menentukan siapa yang menelponnya, karena lagu itu memang nada dering yang digunakan untuk setiap orang yang menelponnya.
            Ia mengambil Iphonenya. Tertera nama Daisuke disana. ‘’Untuk apa dia menelponku’’ gumam Kinamori. Ia mengangkat telpon itu dengan malas. Setelah berbicara dengan Daisuke sebentar, ia kemudian menutup telponnya. Daisuke mengajaknya bertemu di taman kota. Rupanya Kinamori bisa menangkap maksud dari ajakan Daisuke. Dengan gontai ia mengganti bajunya. Kemudian berangkat menuju tempat kenangan mereka.
***
            Salju di malam tahun baru. Seorang cowok duduk dengan gelisah di dekat salah satu pohon sakura. Ia memandang ke batang sakura itu. Mencari ukiran yang pernah dibuatnya satu tahun lalu. Ia menemukannya. Tetapi ada ukiran lain yang berada dibawahnya. Ia berdiri dan berjalan ke arah pohon sakura itu. Menatapnya lekat-lekat. Kemudian ia kembali ke kursi taman.
            ‘’Dia menulisnya’’. Gumamnya.
            Seseorang tiba-tiba duduk disampingnya. Cewek yang menggunakan topi yang pernah ia lihat setahun yang lalu. Cewek itu membuka topinya. Rambut panjangnya tergerai indah. Senyuman cewek itu mengembang. Senyum yang sangat lama tak diberikan cewek itu pada cowok yang pernah mengisi hatinya. Sudah lama Daisuke tak melihat senyum itu. Senyuman hangat 1 tahun lalu. Ia menginginkan semua kembali seperti dulu. Memperbaiki semua kepingan yang berceceran.
            ‘’Kau sudah datang lebih dulu rupanya’’. Ucap Kinamori.
            ‘’Ya, aku tak sabar ingin bertemu denganmu’’. Sahut Daisuke.
            ‘’Ohh ...’’. Sahut Kinamori datar.
            ‘’Hanya ber-ohh ? kenapa ini ? kenapa dia secuek ini sekarang ?’’. Gumam Daisuke dalam hati.
            ‘’Maaf, apa kau benar-benar tak punya hubungan dengan cowok musim gugur itu ?’’. Tanya Daisuke.
            ‘’Cowok musim gugur ? kenapa kau menyebutnya begitu ?’’ Sahut Kinamori ketus.
            ‘’Aku selalu melihatmu bersamanya dimusim gugur’’. Jawab Daisuke.
            ‘’Huh ! Dia sahabatku dan aku tidak suka kau menyebutnya cowok musim gugur !’’. Sahut Kinamori.
            ‘’Maafkan aku, aku hanya memastikan kau tak mempunyai hubungan apa-apa dengannya’’. Ucap Daisuke dengan tenang.
            ‘’Maksudmu apa ?’’. Tanya Kinamori.
            ‘’Maukah kau kembali padaku ? Kita akan mengulang semuanya dari awal. Aku menyesal. Maafkan aku. Aku akan memperbaiki semuanya’’. Ucap Daisuke.
            ‘’Setelah kau pergi meninggalkanku ketika aku tomboy dan kembali lagi ketika aku seperti ini?’’. Sahut Kinamori.
            ‘’Maafkan aku. Tapi aku tak menyukai cewek seperti itu. Tahukah kamu aku masih tak bisa melupakanmu ? ‘’. Ucap Daisuke.
            ‘’Aku tak mau tau. Kau hanya menyukai gadis cantik’’. Sahut Kinamori.
            ‘’Tidak seperti itu Kinamori. Aku tak seperti yang kau bayangkan’’. Ucap Daisuke.
            ‘’Bisakah kau memaafkanku ?’’. Sambung Daisuke.
            ‘’Aku sudah memaafkanmu sejak lama’’. Sahut Kinamori.
            ‘’Thanks, lalu bisakah kita mengulangnya dari awal ? Aku janji takkan mengulanginya lagi. Aku akan memperbaiki semuanya’’. Ucap Daisuke.
            ‘’Tidak ada yang perlu diulang. Perbaikilah dengan cewek lain’’. Sahut Kinamori.
            ‘’Tapi aku hanya ingin denganmu’’. Sahut Daisuke.
            ‘’Tak perlu denganku untuk memperbaiki semua itu. Itu kesalahanmu melepaskanku. Itu sebuah pelajaran bagimu, yang harus kau ingat ketika bersama cewek lain. Aku tak bisa kembali lagi. Aku tak ingin mengulangnya lagi’’. Ucap Kinamori dengan tegas.
            ‘’Jadi tak ada kesempatan kedua untukku ?’’. Ucap Daisuke memelas.
            ‘’Tidak’’. Sahut Kinamori.
            ‘’Kau tak mencintaiku lagi ?’’. Tanya Daisuke.
            ‘’Aku mencintaimu sebagai temanku’’. Sahut Kinamori.
            ‘’Pandanglah aku sebagai cowokmu, bukan temanmu’’. Ucap Daisuke.
            ‘’Sayang sekali, aku tak bisa’’. Sahut Kinamori.
            ‘’Kau berubah. Perasaan itu juga berubah. Cara bicara mu juga berubah’’. Ucap Daisuke.
            ‘’Ya, aku merubah segalanya, style dan gaya bicaraku. Perasaan itu hilang seiring berjalannya waktu’’. Sahut Kinamori sambil memperhatikan jam tangannya.
            ‘’Maaf, aku harus pulang sekarang. Sampai jumpa’’. Ucap Kinamori.
            ‘’Please, maukah kau kembali ?’’. Ucap Daisuke sambil memegang tangan Kinamori.
            ‘’Sorry, I can’t.’’. Ucap Kinamori. Kemudian ia segera beranjak dari tempat itu. Seperti dulu ketika Daisuke meninggalkannya.
            ‘’Kinamori ... ‘’. Teriak Daisuke. Semua orang disekitar mereka serentak langsung menoleh ke asal suara itu. Kinamori juga menghentikan langkahnya. Ia menoleh kebelakang.
            ‘’Aku tahu kau kesal. Aku minta maaf. Aku masih berharap kau kembali’’. Teriak Daisuke.
            Kinamori hanya tersenyum. Ia membalikkan tubuhnya kembali. Kemudian menghilang di balik tikungan. Kristal bening itu kembali keluar. Tapi ia segera menghapusnya. Ia yakin apa yang dilakukannya tadi adalah hal yang terbaik.
            ‘’Maafkan aku Daisuke ...’’. Ucapnya pelan. Kemudian ia segera bergegas menuju rumahnya.
            Daisuke hanya terdiam mematung. Orang-orang yang menyaksikan adegan mereka kembali sibuk dengan orang-orang yang mereka sayangi. Tanpa disadarinya air bening itu menetes dari matanya. Ia segera menghapusnya. Ia memegang ukiran di pohon sakura itu. Tersenyum kembali, kemudian segera beranjak pergi dari tempat itu.
            ‘’Aku tahu perasaanmu 1 tahun yang lalu, mungkin lebih sakit dari ini. Terima kasih untuk waktu dan kenangannya malam ini. Desember tahun lalu takkan pernah kembali lagi’’. Ucap Daisuke pada dirinya sendiri.
            Sakura itu menjadi saksi bisu awal pertemuan mereka, awal kisah cinta mereka, dan akhir kisah cinta mereka.
            Maybe this is wishful thinking
                Probably mindless dreaming
                But if we loved again, I swear I’d love you right
                I’d go back in time and change it, but I can’t
                So if the cain is on your door, I understand
                                So this is me swallowing my pride
                                Standing in front of you, saying I’m sorry for that night
                                And I go back to December all the time...
                                                Taylor Swift : Back to December


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima kasih sudah meninggalkan komentar di artikel ini ...
salam blogger ^^